Ketapang:KM – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP.M.Si menerima audiensi PCNU Kabupaten Ketapang terkait rencana peringatan Hari Santri Nasional yang akan diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya upacara, tabligh akbar, dialog kebangsaan, serta ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Ketapang.
Dalam audiensi tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Ketapang Dr. KH. Abdullah Al-Faqir, M.E, didampingi Rais Syuriyah KH. Jama’ie Makmur menyampaikan rencana untuk mengimbau seluruh pondok pesantren agar tetap menghidupkan semangat Hari Santri melalui berbagai kegiatan dan perlombaan di lingkungan masing-masing. Langkah ini menjadi alternatif agar peringatan tetap berlangsung tanpa mengabaikan kondisi kualitas udara yang masih diselimuti asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bupati Ketapang menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri. Namun, ia meminta panitia mempertimbangkan kembali jadwal dan teknis pelaksanaan, khususnya kegiatan yang melibatkan banyak peserta, mengingat kondisi cuaca dan kualitas udara yang belum membaik.
Terkait rencana tabligh akbar, dialog kebangsaan, dan ziarah ke lokasi bersejarah, Bupati meminta panitia untuk mengevaluasi kemungkinan penjadwalan ulang hingga kondisi asap karhutla membaik. Pertimbangan ini terutama ditujukan untuk melindungi kesehatan para santri, anak-anak, serta masyarakat yang akan mengikuti kegiatan.
Bupati menegaskan, dukungan pemerintah daerah terhadap peringatan Hari Santri tetap penuh. Meski demikian, pelaksanaannya perlu mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta agar semangat Hari Santri dapat terus terjaga tanpa menimbulkan risiko akibat paparan asap.
Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, PCNU, dan panitia pelaksana, diharapkan peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Ketapang dapat berlangsung dengan baik, bermakna, dan tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta kesehatan masyarakat.**





