Ming. Nov 30th, 2025

ktpmedia

Jembatan Gantung Sengkuang Merabong Berfungsi Kembali

Ketapang:KM – Setelah tiga tahun terputus akibat diterjang banjir pada Oktober 2022 silam Jembatan Gantung Sengkuang Merabong di Desa Sengkuang Merabong, Kecamatan Manis Mata, akhirnya kembali dapat digunakan warga. Infrastruktur vital yang lama terbengkalai itu kini rampung diperbaiki dan telah difungsikan kembali.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S. STP.,M.Si meninjau langsung hasil perbaikan jembatan tersebut pada Jumat (21/11/2025).

Ia memastikan jembatan sudah aman dilalui dan kembali menghubungkan aktivitas warga yang sebelumnya sempat terisolasi.

“Saya meninjau langsung Jembatan Gantung Sengkuang Merabong yang telah selesai diperbaiki dan dapat digunakan oleh warga,” ujar bupati Ketapang Alexander Wilyo.

Bupati mengatakan, perbaikan jembatan dilakukan menggunakan APBD Kabupaten Ketapang Tahun 2025. Pekerjaan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Kerusakan parah pada jembatan ini sebelumnya membuat warga kesulitan mengakses desa-desa sekitar. Kendaraan roda dua maupun pejalan kaki harus memutar jauh atau bergantung pada perahu untuk menyeberang.

Akses Vital Antar-Desa dan Antar Wilayah.

Bupati menjelaskan, Jembatan Sengkuang Merabong memiliki peran strategis sebagai akses antar-desa seperti Kemunig, Terusan, Pelampangan, dan Pakit Selaba, serta jalur perhubungan menuju Jelai Hulu hingga kawasan yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah.

Jembatan tersebut menjadi tumpuan pergerakan warga, distribusi kebutuhan pokok, angkutan hasil perkebunan, hingga akses layanan pendidikan dan kesehatan.

“Saya yakin dengan akses yang semakin baik, aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar di Kecamatan Manis Mata dan sekitarnya dapat meningkat,” ujarnya.

Bagian dari Pemerataan Pembangunan

Dalam kunjungannya, Alex menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh terpusat di wilayah perkotaan saja. Pemkab Ketapang berkomitmen menghadirkan pembangunan merata hingga ke pedalaman.

“Pemerintah Kabupaten Ketapang memastikan pembangunan menjangkau semua desa, termasuk daerah pedalaman yang membutuhkan infrastruktur layak,” tuturnya.

Serap Aspirasi Warga

Selain meninjau jembatan, Bupati juga menyempatkan diri berkunjung ke rumah Kepala Desa Sengkuang Merabong dan berdialog dengan masyarakat.

Ia mendengarkan langsung berbagai keluhan dan aspirasi yang selama ini muncul akibat kondisi jembatan yang sempat lama tidak dapat digunakan. **

WAKIL BUPATI KETAPANG APRESIASI WISUDA STAI AL-HAUDL KETAPANG: CETAK GENERASI MUDA BERAKHLAK DAN BERDAYA SAING

Ketapang:KM — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang kembali mencatat sejarah penting dengan melaksanakan Wisuda Sarjana ke XIX Program Studi Pendidikan Agama Islam Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (22/11/2025), di Aula Hotel Aston Ketapang.

Acara wisuda yang penuh khidmat ini dihadiri oleh unsur pimpinan kampus, para dosen, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan Kementerian Agama, dan orang tua mahasiswa. Sementara Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, S.H. juga turut hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Dalam kesempatan ini, STAI Al-Haudl Ketapang melaksanakan wisuda sebanyak 41 orang, yang terdiri dari 17 wisudawan dan 24 wisudawati.

Ketua STAI Al-Haudl Ketapang dalam sambutannya menjelaskan bahwa kampus biru ini memiliki dua jurusan utama, yaitu:

1.Jurusan Tarbiyah dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam, dan

2.Jurusan Dakwah dengan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Kedua program studi tersebut telah terakreditasi dan siap bersaing dalam mencetak generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi dalam bidang pendidikan dan dakwah, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

“Alhamdulillah, institusi setelah Ketapang juga telah terakreditasi sehingga bisa menjadi penunjang bagi alumni untuk melanjutkan karier, baik sebagai CPNS maupun PPPK,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan, pendirian STAI Al-Haudl Ketapang berawal dari cita-cita para pendiri untuk mencetak kader-kader muda yang mampu mengimplementasikan ilmu agama di dunia pendidikan dan dakwah. Kini, lanjutnya, Ketapang telah berkembang pesat sebagai kabupaten yang maju di bidang pendidikan, dengan hadirnya berbagai perguruan tinggi dan pesantren yang berkembang.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Wakil Bupati Ketapang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang yang telah berhasil melaksanakan Wisuda Sarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam Tahun Akademik 2025/2026 ini.

Acara ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat Ketapang, khususnya di bidang pendidikan keagamaan. Melalui kegiatan wisuda ini, STAI Al-Haudl menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang cerdas, religius, dan siap bersaing di era modern.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen penuh mendukung pengembangan pendidikan Islam di Ketapang, baik melalui peningkatan mutu, kerja sama kelembagaan, maupun pemberdayaan Masyarakat.


Ia juga menyampaikan bahwa wisuda bukan hanya penanda kelulusan, tetapi juga puncak dari perjuangan panjang mahasiswa, dosen, dan orang tua


.
“Wisuda adalah momentum penting yang menandai keberhasilan bersama antara mahasiswa, orang tua, dan lembaga pendidikan. Namun, ini bukan akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Wakil Bupati.


Beliau juga menekankan bahwa lulusan pendidikan agama Islam memiliki peran vital dalam membangun karakter dan moral generasi muda, sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.


“Guru dan pendidik agama kini harus menjadi inovator, inspirator, dan teladan yang mampu menghadirkan pembelajaran agama yang menarik, relevan, dan sejalan dengan perkembangan teknologi,” tambahnya.


Pemerintah Kabupaten Ketapang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan di sektor pendidikan. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk STAI Al-Haudl Ketapang, dalam pengembangan program peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan literasi keagamaan masyarakat.


“Pemkab Ketapang akan terus membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan dalam penguatan SDM keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan karakter generasi muda,” tegas Wakil Bupati.

Selain itu, Pemda juga mengapresiasi dedikasi para dosen dan civitas akademika STAI Al-Haudl Ketapang yang telah bekerja keras menjaga mutu pendidikan tinggi di daerah. Pemerintah berharap STAI Al-Haudl dapat terus berinovasi dan menjadi salah satu mitra strategis Pemkab dalam mewujudkan Ketapang yang religius, berdaya saing, dan sejahtera.


Wakil Bupati juga berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah wisuda. Dunia kerja dan sosial ke depan, katanya, menuntut kemampuan adaptasi dan integritas yang tinggi.


“Jagalah etika dan akhlak. Itu adalah identitas sejati seorang sarjana. Gunakan ilmu yang diperoleh untuk membawa manfaat bagi masyarakat, bukan hanya untuk kebanggaan pribadi,” pesannya.


Bupati menutup sambutannya dengan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan keluarga, serta apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam kemajuan pendidikan di Kabupaten Ketapang.


Pemerintah Daerah meyakini bahwa pendidikan adalah pondasi utama pembangunan daerah. Dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan tinggi seperti STAI Al-Haudl Ketapang, diharapkan Ketapang akan melahirkan lebih banyak sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global.


“Semoga sinergi antara Pemerintah Daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi membangun Ketapang yang semakin maju dan berdaya saing,” tutupnya.**

BUPATI KETAPANG RESMI TUTUP JAMBORE PENCAK SILAT BUPATI CUP 2025

Ketapang:KaM — Bupati Ketapang sekaligus Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kalimantan Barat, Pendekar Wira Utama Alexander Wilyo, S. STP.,M.Si secara resmi menutup Jambore Pencak Silat Bupati Cup 2025 yang berlangsung di Gedung Pelti Ketapang, pada Rabu (12/11/2025).

Acara penutupan tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat persaudaraan, dihadiri oleh jajaran Forkopimda Ketapang, Ketua DPRD Ketapang, H. AchMad Sholeh, Ketua KONI Ketapang, Ketua Pengkab IPSI Ketapang, serta perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat dan perguruan silat se-Kabupaten Ketapang.

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap kesuksesan pelaksanaan jambore tahun ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir saat pembukaan pada 8 November 2025 lalu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Walau tidak sempat hadir di pembukaan, saya mengikuti perkembangan kegiatan dari awal hingga akhir,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, ia menyampaikan selamat kepada para pesilat berprestasi dan menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai wadah pembinaan, persaudaraan, serta pelestarian budaya bangsa.

Dari hasil akhir kompetisi, Perguruan Wekasan berhasil meraih Juara Umum Pertama, disusul oleh PSHT di posisi kedua, dan Perguruan Buana di posisi ketiga.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan ini diikuti oleh puluhan pesilat dari berbagai perguruan di Kabupaten Ketapang. Selain pertandingan, acara juga dimeriahkan dengan atraksi seni pencak silat yang menampilkan kekayaan gerak dan filosofi dari berbagai aliran di bawah naungan IPSI maupun perguruan tradisional lokal.

Dengan berakhirnya Jambore Pencak Silat Bupati Cup 2025 ini, diharapkan semangat sportivitas, persaudaraan, dan kecintaan terhadap budaya pencak silat semakin tumbuh di Kabupaten Ketapang, serta memperkokoh peran pencak silat sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia yang patut dijaga dan dikembangkan.**

Ketua AJK Beri Kuliah Umum untuk Puluhan Mahasiswa KPI Stai Al-Haudl Ketapang

Ketapang:KM – Ketua Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK), Theo Bernadhi, S.Sos menjadi pemateri dalam Kuliah Umum Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang yang digelar di Cafe Seko, Selasa (4/11/2025) malam.

Kegiatan bertema “Peran Mahasiswa KPI sebagai Penggerak Literasi Media dan Informasi” ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dan dosen pembimbing. Kuliah umum tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman tentang dunia media sekaligus menegaskan pentingnya etika jurnalistik di era digital.

Dalam kesempatan itu, Theo Bernadhi membawakan materi berjudul “Etika dan Tantangan Jurnalistik di Era Media Digital”. Ia menguraikan sejumlah poin penting, mulai dari pengertian dan fungsi jurnalistik, kode etik jurnalistik, hingga tantangan yang dihadapi jurnalis di era media modern.

Menurut Theo, jurnalistik bukan sekedar aktivitas menulis dan menyebarkan berita, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral serta sosial untuk menjaga keakuratan, kejujuran, dan independensi informasi yang disampaikan kepada publik.

“Di era digital seperti sekarang, tantangan jurnalis semakin berat. Kecepatan sering kali mengalahkan ketepatan. Karena itu, integritas dan pemahaman terhadap kode etik jurnalistik menjadi sangat penting,” ujarnya di hadapan puluhan mahasiswa KPI.

Theo juga menyoroti pergeseran pola konsumsi media di masyarakat, di mana informasi kerap beredar tanpa proses verifikasi yang benar. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus ruang belajar bagi generasi muda agar memahami pentingnya literasi media dan informasi.

“Jurnalis sejati adalah mereka yang berani memverifikasi informasi, menjaga independensi, dan berpihak pada kebenaran. Bukan yang tercepat memberitakan, tapi yang paling bertanggung jawab menyampaikan informasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Theo menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berintegritas di bidang komunikasi.

“Semua bidang pekerjaan, terutama profesi jurnalistik, harus diisi SDM berkualitas. Kampus menjadi tempat lahirnya insan yang unggul dan beretika, karena aturan dan etika adalah rujukan dalam setiap pekerjaan,” jelasnya.

Theo juga mengingatkan pentingnya memahami dan menghayati 11 pasal dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai landasan moral profesi. Ia menyoroti masih adanya oknum yang mengabaikan etika namun berlindung di balik status profesi.

“Ada yang menjadikan berita sebagai bahan bargaining, dibayar lalu menghapus berita yang sudah terbit. Ada pula yang menjadikan hak jawab sebagai layanan berbayar. Padahal jelas, hak jawab wajib dipenuhi tanpa biaya sepeserpun, dan ada sanksi bagi media yang tidak melaksanakannya. Jika disertai permintaan uang, itu sudah termasuk unsur pidana,” tegas Theo.

Ketua AJK ini juga mengajak seluruh organisasi wartawan di Ketapang untuk aktif menjadi wadah edukasi bagi anggotanya, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi media sosial, hoaks, dan ujaran kebencian.

“Saat ini bukan sekadar soal sudah terverifikasi Dewan Pers atau memegang sertifikat UKW, tapi soal pribadi yang harus memegang teguh kode etik jurnalistik. Kebebasan pers tidak boleh kebablasan. Organisasi wartawan harus menjadi tempat edukasi dan filter dari hal-hal yang merusak marwah profesi,” imbuhnya.

Menutup kegiatan, Theo Bernadhi berpesan agar mahasiswa KPI terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan prinsip dasar dalam bermedia.

“Menjadi bagian dari dunia media berarti siap bertanggung jawab. Mahasiswa KPI harus menjadi mata dan telinga masyarakat, menyuarakan kebenaran, serta menjaga nilai-nilai etika di setiap langkah,” pesannya.

Kuliah umum yang berlangsung di Café SEKO ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi dan praktisi media dalam memperkuat budaya literasi di Kabupaten Ketapang. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan lahir generasi muda yang cerdas bermedia, beretika, dan mampu berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.**

Bupati Ketapang Berolahraga di Taman Kota Tanjungpura, Sambil Tinjau Fasilitas Publik 

Ketapang:KM – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., mengisi waktu akhir pekan dengan berolahraga bersama sejumlah rekan di Taman Kota Tanjungpura, Minggu (2/11/2025). Kegiatan tersebut dilakukan sekaligus untuk meninjau kondisi fasilitas publik di kawasan taman.

Dalam kesempatan itu, Bupati meninjau sejumlah sarana seperti jogging track, area bermain anak, toilet umum, lampu penerangan, serta keberadaan pelaku UMKM di sekitar taman. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk memastikan kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan ruang terbuka hijau.

“Selain menjaga kebugaran, kami juga ingin memastikan fasilitas publik di Taman Kota Tanjungpura dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujar bupati.

Lebih lanjut, bupati menyampaikan bahwa Pemkab Ketapang akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kelengkapan fasilitas di taman tersebut dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga perbankan yang ada di Ketapang.

Dalam kegiatan itu, Bupati juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui siaran langsung di TikTok, guna menampung aspirasi dan masukan warga untuk perbaikan tata kelola taman kota ke depan.**

Satu Desa Satu Jurnalis, Pemkab Ketapang Dorong Aparatur Desa Melek Digital

Ketapang:KM — Semangat membangun desa melalui kekuatan informasi dan media menjadi sorotan utama dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik Aparatur Desa se-Kabupaten Ketapang yang digelar di Ruang Rapat Utama, Kantor Bupati Ketapang, Sabtu (01/11/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Satu Desa, Satu Jurnalis” ini dihadiri oleh berbagai unsur penting pemerintahan, mulai dari Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Ketua DPRD, Kepala Dinas Kominfo, perwakilan PLN, hingga para kepala desa dan perangkat desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Ketapang.

Turut hadir pula perwakilan dari Kampung Borneo Multimedia selaku mitra pelaksana kegiatan, serta pengurus DPD APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Ketapang yang menjadi penggerak utama pelatihan ini.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si yang mewakili Bupati Ketapang, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut aparatur desa untuk lebih adaptif dan kreatif.

“Kita hidup di era digital yang menuntut aparatur desa mampu mengelola informasi dengan baik. Desa bukan hanya pusat pelayanan publik, tapi juga pusat informasi dan promosi potensi lokal,” ujarnya.

Program Satu Desa Satu Jurnalis diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemampuan aparatur desa di bidang jurnalistik, multimedia, digital marketing, e-commerce, serta kemampuan komunikasi publik yang transparan dan profesional.

“Melalui pelatihan ini, kita ingin menciptakan aparatur desa yang cakap menulis, mampu menyebarkan informasi positif, dan menjadi agen perubahan di desanya masing-masing,” tambahnya.

Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Ahmad Soleh, S.T., M.Sos, juga memberikan apresiasi besar terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa desa adalah ujung tombak pembangunan yang perlu diperkuat dari sisi sumber daya manusia.

“Desa adalah fondasi utama pemerintahan. Kalau desa kuat, maka kabupaten juga akan kuat. Aparatur desa harus bisa menjadi penggerak transparansi dan pembangunan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial secara bijak dalam penyebaran informasi.“Gunakan media sosial untuk kebaikan. Jangan sedikit-sedikit upload kalau ada masalah. Klarifikasi dulu sebelum menyebarkan berita, agar tidak menimbulkan hoaks,” pesannya.**

SEKDA KETAPANG BUKA MUSCAB KE-IX IPSI KETAPANG TAHUN 2025

Ketapang:KM – Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si., membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-IX Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ketapang Tahun 2025, pada Kamis (23/10/2025) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang.

Sekda dalam sambutannya menekankan pentingnya pencak silat sebagai sarana pemersatu bangsa. Oleh karena itu, Ia mengajak seluruh insan pencak silat di Ketapang untuk terus menjunjung tinggi semangat persaudaraan antar perguruan dan menjauhi segala bentuk perpecahan yang dapat menghambat kemajuan.

Musyawarah Kabupaten Ke-IX ini merupakan momen penting untuk menentukan arah dan strategi pembinaan pencak silat di masa mendatang.

“Saya berharap, musyawarah ini dapat melahirkan pengurus yang amanah, kompeten, dan berintegritas untuk memajukan IPSI Ketapang lebih baik lagi,” ujar Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa Pemkab Ketapang berkomitmen untuk mendukung penuh perkembangan olahraga pencak silat.

“Pemerintah Daerah siap berkolaborasi dan memberikan dukungan dalam upaya pembinaan olahraga pencak silat, baik melalui fasilitasi kejuaraan, pembinaan atlet, maupun pengembangan perguruan pencak silat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Sekda berharap agar Muskab ini dapat berjalan dengan lancar, demokratis, dan menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan pencak silat serta kejayaan IPSI di Kabupaten Ketapang.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran (Forkopimda) Kabupaten Ketapang, perwakilan Pengurus IPSI Provinsi Kalimantan Barat, Ketua KONI Ketapang, Ketua Umum Pengurus IPSI Ketapang periode sebelumnya, beserta seluruh jajaran dan perwakilan perguruan silat se-Kabupaten Ketapang.**

Bupati Ketapang Alexander Wilyo Sampaikan Program Strategis, Wamen Tertarik Konsep Waterfront City Ketapang

JAKARTA:KM – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Fahri Hamzah, untuk menyampaikan sejumlah usulan strategis di bidang penataan kawasan dan perumahan rakyat, Kamis (23/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ketapang mengajukan dua fokus utama, yakni dukungan penanganan kawasan permukiman kumuh dan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) untuk Tahun Anggaran 2026.

Dukungan penanganan kawasan permukiman kumuh meliputi pembangunan Waterfront City, peningkatan jalan lingkungan, drainase, MCK, serta penyediaan air bersih.

Wakil Menteri Fahri Hamzah menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam mendorong penataan kawasan, terutama di wilayah dengan perkembangan pesat sektor perkebunan, pertambangan, dan industri.

Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman serta mendukung pengembangan kawasan industri berkelanjutan.

Wamen juga memberikan perhatian khusus terhadap rencana pembangunan Kawasan Waterfront City di Ketapang, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai ikon tata ruang kota dan pusat aktivitas masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, ia berencana melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Ketapang untuk meninjau kondisi kawasan yang diusulkan dan memperkuat koordinasi pelaksanaan program ke depan.

Menurut Bupati, audiensi ini menjadi langkah penting memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang layak, tertata, dan berkelanjutan.

“Audiensi ini bagian dari ikhtiar kita untuk menjemput bola dalam membangun komunikasi untuk kepentingan pembangunan Ketapang yang kita cintai, semoga hal-hal baik yang kita sampaikan semua dapat terealisasi,” pungkasnya.**

Bupati Ketapang Terima Audiensi PLN UP3 Bahas Keandalan Pasokan Listrik dan Pemerataan Akses Energi

Ketapang:KM – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menerima audiensi jajaran PLN UP3 Ketapang di ruang kerjanya, Selasa (21/10). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ketapang dan PLN.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pemadaman listrik yang sempat terjadi pada malam hari di sejumlah wilayah beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemadaman tersebut menimbulkan ketidaknyamanan serta kekhawatiran warga terhadap keamanan dan potensi kerusakan peralatan elektronik.

“Masalah ini sering kali menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, di mana pemerintah daerah dianggap bertanggung jawab atas pemadaman, padahal persoalan teknis berada di ranah operasional PLN,” ujar Bupati.

Selain membahas persoalan pemadaman, pertemuan juga menyoroti rencana pembangunan jaringan listrik baru di desa-desa yang belum teraliri listrik. Program ini sejalan dengan visi pembangunan infrastruktur daerah yang berkeadilan, meliputi jalan, jembatan, listrik, dan internet, sebagaimana tertuang dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang periode 2025–2030.

Pemerintah Kabupaten Ketapang mendorong PLN untuk segera meningkatkan keandalan pasokan listrik melalui perbaikan jaringan, penambahan kapasitas daya, serta optimalisasi distribusi di wilayah terdampak. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat, pemerataan akses energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik menuju Ketapang yang maju dan mandiri.**

Jelang Deklarasi, KAWAN Ketapang Audiensi Dengan Bupati

Ketapang:KM – Menjelang deklarasi Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang, pengurus organisasi pers lokal ini melakukan audiensi dengan Bupati Ketapang Alexander Wilyo,S.STP
,S.Mi, di Rumah Jabatan Bupati Ketapang, Selasa (21/10/2025) siang.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo, menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan KAWAN Ketapang dan mengapresiasi semangat para jurnalis yang tergabung di dalamnya.

“Sikap saya welcome. Tujuan kita sama, memberikan kontribusi untuk daerah dan kemajuan bersama. Membangun Ketapang tidak bisa sendiri, harus bersama-sama,” ujar bupati yang didampingi Kabag Prokopim Rio Marisa.

Ia menilai media memiliki peran penting, bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga dalam membangun karakter dan pola pikir masyarakat.

“KAWAN ini bagus namanya, mencerminkan banyak kawan dan semangat kebersamaan. Betul kata penasehat tadi, wartawan itu harus turun ke lapangan. Saya senang melihat semangat teman-teman,” kata bupati.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik bupati mengaku terus mendorong seluruh jajarannya agar transparan dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

“Saya tidak alergi kritik, apalagi kritik dengan solusi. Itu yang paling bagus. Kalau ada perangkat pemerintah yang diduga begitu-begini, kasih tahu saya. Tujuan kita bukan untuk merusak, tapi untuk memperbaiki,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan akan berupaya hadir dalam kegiatan deklarasi tersebut.

“Kalau tidak ada agenda yang sangat penting ke luar daerah, saya akan hadir,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan silaturahmi tersebut menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan deklarasi dan diskusi publik bertema Keterbukaan Informasi Publik yang akan digelar pada Selasa 4 November 2025 di salah satu Hotel Ketapang.

“Kami senang sekali. Sambutan Pak Bupati begitu hangat dan beliau menyatakan dukungan kepada kami sebagai organisasi pers lokal yang baru lahir di Ketapang,” ujar Agustiandi.

Ia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, menjadi dorongan penting bagi keberlangsungan kegiatan tersebut.

“Hari ini kami juga secara resmi mengundang Pak Bupati untuk hadir dan memberikan kata sambutan pada acara nanti,” imbuhnya.

Agustiandi menjelaskan, kehadiran KAWAN diharapkan menjadi wadah bagi wartawan lokal untuk meningkatkan profesionalisme dan memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan di daerah.

“Kami ingin organisasi ini bisa menjadi tempat belajar, berbagi, dan berkolaborasi antar wartawan di Ketapang, sekaligus menjalin hubungan baik dengan pemerintah dan masyarakat,” katanya**