

Ketapang:KM – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, melakukan ziarah ke Makam Ratu Elok yang berada di Desa Ratu Elok, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di sela-sela kunjungan kerja Bupati dalam rangka membuka Pagelaran Seni Budaya Melayu yang diselenggarakan oleh Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu Kecamatan Manis Mata
Dalam ziarah tersebut, Bupati didampingi Sepuh Juriat Kerajaan H. Gusti Baitahir, Gusti Jusni, Kepala Desa Ratu Elok Mery, unsur TNI-Polri, pejabat kecamatan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kepala Desa Ratu Elok, Mery, menyampaikan bahwa kompleks Makam Ratu Elok merupakan salah satu situs sejarah yang sangat penting di Kecamatan Manis Mata. Menurutnya, Ratu Elok merupakan tokoh kerajaan yang memiliki peran penting dalam sejarah kerajaan di wilayah tersebut.
“Kompleks makam ini menjadi salah satu bukti sejarah keberadaan kerajaan di Manis Mata dan patut dijaga serta dilestarikan sebagai warisan budaya bagi generasi mendatang,” ujar Mery.
Sementara itu, Sepuh Juriat Kerajaan, H. Gusti Baitahir atau yang akrab disapa Haji Umbai, menjelaskan bahwa Ratu Elok wafat pada 7 Juli 1933.
Ia menerangkan bahwa Ratu Elok merupakan putri kandung Gusti Mahmud yang bergelar Pangeran Kesuma Agung dari Kerajaan Kotawaringin dan Ratu Jamilan yang dimakamkan di Riam Danau. Ratu Jamilan merupakan putri Sultan Muhammad Zainuddin Mursal Ibnu Iranata dari permaisuri pertamanya, Ratu Fatimah binti Sultan Jamaluddin bin Sultan Ahmad Kamaluddin.
Lebih lanjut, Haji Umbai menjelaskan bahwa salah satu saudara Ratu Elok adalah Gusti Hidayat yang bergelar Pangeran Mangkurat, Perdana Menteri Kerajaan Matan. Makamnya berada di kompleks pemakaman para Raja Tanjungpura.
Pangeran Mangkurat memiliki seorang putri bernama Utin Ratu yang menikah dengan Uti Busrah dan dikaruniai seorang putra bernama Panembahan Gusti Muhammad Saunan, yang dikenal sebagai Raja terakhir Kerajaan Matan Tanjungpura.
Melalui kegiatan ziarah ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama masyarakat diharapkan dapat terus menjaga, merawat, dan melestarikan situs-situs sejarah sebagai bagian dari identitas budaya daerah sekaligus mengenang jasa para tokoh yang telah mewarnai perjalanan sejarah Kabupaten Ketapang dan Kalimantan.**




