

Ketapang:KM – Pemerintah Kabupaten Ketapang terus mendorong peran aktif generasi muda dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si., saat menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkotika Kabupaten Ketapang Tahun 2026, Minggu malam (13/09/2026) di salah satu Hotel Ketapang.
Dalam sambutan tertulis Bupati Ketapang yang dibacakan Sekda, Pemkab Ketapang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Pemilihan Duta Anti Narkotika dinilai bukan sekadar ajang memilih figur terbaik, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, keberanian, dan komitmen dalam mengampanyekan bahaya narkotika.
Menurut Sekda, narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi bangsa. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap pendidikan, ekonomi, keamanan, ketahanan keluarga, hingga pembangunan daerah.
Karena itu, upaya pencegahan narkotika tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum. Diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda itu sendiri.
“Generasi muda harus berani berkata tidak pada narkotika, menolak ajakan yang dapat merusak masa depan, serta mengajak lingkungan sekitarnya untuk hidup sehat, produktif, dan berprestasi,” pesan Sekda.
Pemkab Ketapang juga mengajak generasi muda untuk menyalurkan energi dan kreativitas melalui kegiatan positif, seperti pendidikan, olahraga, seni, kewirausahaan, kegiatan sosial, dan berbagai aktivitas produktif lainnya.
Kepada para finalis, Sekda berpesan agar tidak menjadikan ajang ini semata-mata tentang menang atau kalah. Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjalankan amanah dengan baik dan menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Menang bukan berarti berhenti berjuang, dan tidak terpilih bukan berarti gagal. Yang terpenting adalah tetap memiliki komitmen untuk menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan Ketapang yang bersih dari narkotika,” ujarnya.
Pemkab Ketapang berharap Duta Anti Narkotika yang terpilih nantinya mampu menjadi agen perubahan, memperluas edukasi tentang bahaya narkotika, serta menggerakkan generasi muda untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, aman, produktif, dan bebas narkotika. Mari bersama wujudkan generasi muda Ketapang yang sehat, berprestasi, dan bebas narkotika.**




