

Ketapang:KM – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menghadiri Perayaan Syukur atas Kesetiaan Hidup Membiara Sembilan Suster Ordo Santo Agustinus (OSA), yang berlangsung di ASC Kompleks Biara OSA, Jalan Jenderal Sudirman No. 31 Ketapang, Jumat (28/8/2026).
Perayaan syukur tersebut dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, sebagai ungkapan syukur atas kesetiaan dan pengabdian para suster dalam menjalani panggilan hidup membiara.
Adapun sembilan suster yang merayakan yubileum hidup membiara terdiri dari Sr. Agneta OSA dan Sr. Regina OSA yang telah 60 tahun; Sr. Lucia Wahyu OSA dan Sr. Immaculata OSA selama 40 tahun; Sr. Teresa OSA dan Sr. Odila OSA selama 25 tahun; serta Sr. Agnes OSA, Sr. Maria Zita OSA, dan Sr. Maria Natalia OSA selama 12,5 tahun.
Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di ASC Pusat Biara OSA.
Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kesetiaan, pengabdian, dan pelayanan para suster yang telah menjadi teladan bagi masyarakat.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan selamat kepada para suster yang merayakan kesetiaan hidup membiara. Ada yang telah 60 tahun, 40 tahun, 25 tahun, dan 12,5 tahun. Ini merupakan capaian luar biasa dan menjadi teladan bagi kita semua,” ungkapnya.
Bupati berharap para suster senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebahagiaan dalam menjalankan panggilan, serta kelancaran dan keberkahan dalam setiap karya pelayanan.
Menurutnya, kehadiran dan karya OSA di Kabupaten Ketapang, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan, telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan daerah.
“Pemerintah daerah tentu akan terus mendukung setiap karya kemanusiaan dan karya umat yang bertujuan baik. Kalau ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan dan membutuhkan dukungan pemerintah daerah, saya siap,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kemarau panjang yang saat ini dihadapi Kabupaten Ketapang. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, relawan, organisasi masyarakat, dan berbagai pihak terus melakukan upaya pemadaman, penanganan dampak asap, serta pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air.
Bupati mengajak seluruh masyarakat dan umat beragama untuk terus berdoa agar hujan segera turun sehingga karhutla dapat ditangani secara menyeluruh.
“Semoga doa-doa kita semua dikabulkan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Kabupaten Ketapang segera diturunkan berkat hujan,” harapnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati kembali mengucapkan selamat kepada seluruh jubilaris Suster OSA dan berharap karya pelayanan para suster semakin berkembang serta kehadirannya semakin dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang.
“Selamat atas karya, pengabdian, dan pelayanan para suster. Semoga selalu sehat dan karya para suster semakin berkembang serta semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Ketapang.”




