

Ketapang:KM – Bupati Ketapang sekaligus Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik, bergelar Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., resmi menutup Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Pati Cup Tahun 2026 di Halaman Kepatihan Jaga Pati, Senin (17/8/2026).
Penutupan ditandai dengan penyumpitan balon merah-putih oleh Bupati Ketapang bersama Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, unsur Forkopimda dan Ketua KORMI.
Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa Patih Jaga Pati Cup bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang untuk melestarikan tradisi leluhur sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, berbagai permainan dan olahraga tradisional seperti menyumpit, panjat pinang, balap karung, tarik tambang dan permainan rakyat lainnya merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus diwariskan kepada generasi muda.
“Kita boleh bermain ke Singapura, berfoto di depan patung singa, tetapi kebahagiaannya berbeda. Melihat masyarakat tertawa dan bergembira dalam panjat pinang, inilah Indonesia,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak larut dalam dinamika yang dapat memecah persatuan. Kritik dan perbedaan pendapat, menurutnya, merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun persaudaraan dan keutuhan bangsa harus tetap dijaga.
“Ketapang adalah rumah besar kita semua. Mari kita jaga, kita rawat dan kita bangun bersama-sama,” pesannya.
Selain olahraga tradisional, Bupati turut menyoroti peran Sanggar Kepatihan sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas di bidang seni budaya. Sanggar yang bersifat inklusif tersebut telah mengukir prestasi, di antaranya meraih juara I lomba tari tingkat Kalimantan Barat pada Pekan Seni Budaya Dayak.
“Energi anak-anak muda harus kita arahkan kepada hal-hal positif. Bakat dan kreativitas mereka bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga dapat mengharumkan nama Ketapang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi kepada 27 anggota Paskibraka Kabupaten Ketapang beserta para pelatih dan pembina yang telah sukses melaksanakan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menutup sambutannya, Bupati Alexander Wilyo mengajak seluruh masyarakat menjaga Ketapang agar tetap aman, nyaman, rukun dan kondusif, sembari bersama-sama menghadapi berbagai tantangan daerah, termasuk bencana karhutla yang masih terjadi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang Patih Jaga Pati Cup 2026 serta Aniversari Sanggar Kepatihan ke-3, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng.
Patih Jaga Pati Cup 2026 pun ditutup dengan semangat yang sama: tradisi tetap hidup, persatuan tetap kokoh, dan Ketapang terus bergerak maju bersama.**






