

Ketapang:KM – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menerima audiensi peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Pemerintah Kabupaten Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Senin (28/9/2026).
Dalam audiensi tersebut, peserta PKN II memaparkan gagasan dan rancangan aksi perubahan yang berfokus pada penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), penguatan kualitas data, serta strategi pemberdayaan masyarakat untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Ketapang.
Bupati Alexander Wilyo mengapresiasi gagasan tersebut dan menekankan pentingnya menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, persoalan ATS perlu ditangani secara kolaboratif dengan melibatkan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, satuan pendidikan, serta berbagai pihak terkait. Pendataan yang akurat menjadi langkah penting agar intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Yang paling penting adalah ada perubahan. Jangan hanya membuat program, tetapi harus terlihat hasilnya, terutama dalam menurunkan angka anak tidak sekolah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.
Selain penanganan ATS, audiensi juga membahas penguatan strategi pemberdayaan masyarakat melalui integrasi berbagai program pemerintah dan dukungan dunia usaha. Bupati mendorong agar program yang selama ini berjalan secara sektoral dapat dikolaborasikan sehingga masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Bupati juga menekankan pentingnya pemutakhiran dan integrasi data sosial ekonomi. Data yang valid dan terintegrasi dinilai menjadi dasar utama dalam menentukan sasaran bantuan maupun program pemberdayaan masyarakat.
“Kalau datanya benar, kita bisa menentukan intervensi dengan tepat. Masyarakat yang membutuhkan harus mendapatkan perhatian, sementara program pemberdayaan harus diarahkan agar masyarakat bisa naik kelas dan mandiri,” ujarnya.
Melalui inovasi peserta PKN II tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dan membangun kolaborasi dengan dunia usaha dalam menghadirkan program-program pemberdayaan yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Bupati berharap gagasan yang dipaparkan peserta PKN II dapat menjadi bagian dari upaya Pemkab Ketapang menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin responsif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin setiap program ada hasilnya, ada perubahan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.**




