

Ketapang:KM – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Ketapang menghadiri Ritual Adat Dayak Babantant Kampong Sepotong Tahun 2026, yang berlangsung di Desa Sepotong, Kecamatan Laur, Senin (29/06/2026).
Ritual adat tersebut merupakan tradisi luhur masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan, alam semesta, serta Sang Pencipta. Babantant Kampong bukan hanya sebuah rangkaian ritual adat, tetapi juga menjadi cerminan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga harmoni dan keseimbangan kehidupan.
Dalam pelaksanaannya, Ritual Babantant Kampong dipimpin oleh tetua adat atau dukun adat sebagai bentuk permohonan doa dan restu kepada Duato Sangiang, serta memohon kekuatan dari para leluhur agar kampung senantiasa diberikan perlindungan, dijauhkan dari berbagai gangguan, wabah penyakit, bencana, dan segala bentuk marabahaya.
Selain memiliki nilai spiritual, ritual ini juga mengandung nilai sosial yang kuat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat bersama-sama memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan. Seluruh unsur masyarakat bergandengan tangan melalui keterwakilan setiap lawakng-lawang sebagai simbol bahwa keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan kampung merupakan tanggung jawab bersama.
Ritual Babantant Kampong memiliki dua tujuan utama yang menjadi doa dan harapan masyarakat, yakni Ngelak dan Nulak.
Ngelak merupakan ikhtiar untuk menghindarkan masyarakat dari segala hal yang membawa keburukan, kesialan, maupun energi negatif. Sementara Nulak adalah upaya menolak berbagai ancaman, bencana, serta marabahaya yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.
Melalui pelaksanaan Ngelak dan Nulak, masyarakat memohon agar tercipta kembali keseimbangan kehidupan, baik hubungan manusia dengan Duato Sangiang sebagai Sang Pencipta, hubungan manusia dengan alam semesta dan para leluhur, maupun hubungan antarsesama manusia dalam semangat persatuan dan saling menghormati.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Ritual Adat Dayak Babantant Kampong Sepotong Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan adat seperti ini merupakan bagian penting dari kekayaan budaya daerah yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Bupati berharap Ritual Adat Dayak Babantant Kampong Sepotong dapat terus dilaksanakan dan menjadi sarana memperkuat persatuan serta kebersamaan masyarakat Kabupaten Ketapang di tengah keberagaman budaya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, sehingga tercipta kehidupan yang aman, damai, tenteram, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Pelaksanaan Ritual Adat Dayak Babantant Kampong Sepotong Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya daerah sekaligus memperkokoh nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan Kabupaten Ketapang.**




