

SANDAI:KM — Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S. STP.,M.SI secara resmi membuka Turnamen Karang Taruna Tunas Cempaka Cup Desa Muara Jekak Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Bupati Ketapang, di Lapangan Sepak Bola Rajawali FC Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Senin (14/9/2026).
Turnamen ini digelar meriah dalam rangka memperingati Ulang Tahun Emas 50 Tahun Karang Taruna Tunas Cempaka, dengan menghadirkan kompetisi cabang olahraga sepak bola serta bola voli untuk kategori putra dan putri.
Pembukaan turnamen diawali dengan penampilan Silat Kutemare Kajang Sedahan Sandai, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
Koordinator Penyelenggara sekaligus pelaku sejarah Karang Taruna Tunas Cempaka, Bapak Juslianto, dalam laporannya menyampaikan bahwa Karang Taruna Tunas Cempaka Desa Muara Jekak telah berdiri sejak 14 September 1976 dan pada hari ini Karang Taruna Tunas Cempaka berusia ke 50 Tahun. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk pihak perusahaan dan sponsor lainnya.
Kepala Desa Muara Jekak, Muhtaram, kemudian menyampaikan sambutan dan menekankan pentingnya semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat agar acara dapat berjalan dengan baik dan lancar, sebelum dilanjutkan dengan arahan dari Bupati Ketapang Alexander Wilyo.
Dalam sambutan bupati, Alexander Wilyo,, menegaskan kepada seluruh peserta untuk selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas selama bertanding, bahwa pada turnamen ini harus melahirkan pemenang utama atau Juara 1 yang jelas melalui kompetisi yang fair, sehingga tidak ada lagi istilah juara bersama seperti pada ajang piala bupati sebelumnya.
Selain itu, Bupati Ketapang menegaskan bahwa Karang Taruna merupakan organisasi kepemudaan yang penting dan tumbuh dari masyarakat desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten. Karena itu, keberadaan Karang Taruna harus memberikan manfaat nyata, bukan hanya melalui kegiatan olahraga dan kepemudaan, tetapi juga melalui kepedulian sosial.
Bupati Alexander Wilyo juga menyampaikan bahwa Karang Taruna Kabupaten Ketapang sudah diperintahkan untuk membantu pemerintah dalam aksi-aksi sosial. Sejak awal Agustus, Karang Taruna telah bergerak turun ke masyarakat, terutama di wilayah pesisir yang sangat terdampak kemarau panjang dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Aksi tersebut dilakukan melalui pendistribusian air bersih kepada warga. Selain itu, Karang Taruna juga membagikan masker kepada masyarakat terdampak asap serta ikut terlibat dalam upaya pemadaman di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Menurut bupati, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa Karang Taruna bukan sekadar wadah kegiatan pemuda, tetapi juga kekuatan sosial yang hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Karang Taruna sejatinya merupakan wadah inklusif bagi seluruh generasi muda tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras maupun antargolongan (SARA). Nilai kesetiakawanan sosial yang menjadi landasan Karang Taruna menjadi kekuatan penting dalam merawat keberagaman dan membangun kebersamaan.
Hal ini sejalan dengan komitmen menjadikan Ketapang sebagai rumah besar bagi semua, tempat setiap elemen masyarakat memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi, saling merangkul, dan bersama-sama membangun daerah.
Karena itu, Karang Taruna tidak hanya menjadi wadah kegiatan kepemudaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Bupati Ketapang juga menegaskan bahwa Karang Taruna harus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri.
Pada kesempatan itu pula, bupati memperkenalkan Ketua Karang Taruna Kabupaten Ketapang yang baru kepada seluruh masyarakat dan tamu undangan yang hadir.
Bupati berharap Turnamen Karang Taruna Cup terus berkembang dan mendorong agar tahun depan kegiatan serupa dapat digelar pada tingkat Kabupaten Ketapang dan kembali dilaksanakan di Kecamatan Sandai.
Sebagai tanda dimulainya turnamen, bupati melakukan pemukulan gong dan tendangan bola pertama secara simbolis.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan alat tulis kepada siswa-siswi SDN 4, SDN 5, SDN 23, SMPN 3, Pondok Pesantren Darul Ulum, dan SMKN 1 Sandai.
Kemeriahan pembukaan semakin lengkap dengan penampilan Marching Band SMA Negeri 1 Sandai, Tarian Melayu Sanggar Tunas Cempaka, serta pertunjukan tunggal Anggi, putri asli Sekayuk.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan antara Rajawali FC dan Persikat Legend. Pada pukul 19.00 WIB, kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan silaturahmi bersama seluruh pihak di kediaman Bapak Juslianto.
Kegiatan tersebut dihadiri Bapak Juslianto selaku Koordinator Penyelenggara, Brigjen Romi dari Mabes TNI, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Dapil Ketapang-Kayong, Anggota DPRD Kabupaten Ketapang Dapil 3, Ketua Karang Taruna Kabupaten Ketapang, Tim Persikat Legend, Camat Sandai, Kepala Desa Muara Jekak, Pengurus Karang Taruna Tunas Cempaka, panitia penyelenggara, pihak perusahaan serta masyarakat Muara Jekak dan sekitarnya.
Dari Muara Jekak, semangat pemuda bergerak untuk semua. Karena Ketapang adalah rumah besar kita bersama.**




