Menhut  Cek Karhutla Ketapang, Hotspot Turun Jangan Sampai Lengah

Ketapang:KM – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kembali turun langsung mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).

Meski jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Ketapang terus menurun, ia meminta seluruh pihak tidak lengah dan segera menuntaskan titik api yang masih tersisa.

Peninjauan dilakukan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (8/9/2026).

Menhut Raja Juli mengatakan, berdasarkan data per malam sebelumnya, Senin (7/9), jumlah hotspot di Ketapang tersisa 13 titik.

Penurunan tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta pihak terkait lainnya.

“Sekali lagi dari data yang ada per malam tadi, hotspot di Ketapang, berkat kerja sama semua pihak, Pak Bupati, TNI, Polri, KPH, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Masyarakat Peduli Api, dan seterusnya, angkanya terus turun, tinggal 13 hotspot,” ujarnya

Namun, ia mengingatkan penurunan jumlah hotspot tidak boleh membuat penanganan karhutla dianggap selesai.

Sebaliknya, sisa titik panas tersebut harus segera dikejar dan dipadamkan agar tidak kembali berkembang.

“Tetapi jangan sampai penurunan angka hotspot ini membuat kita justru menganggap kerjaan sudah selesai. Membuat kita menjadi berleha-leha,” tegasnya.

“Justru momentum mumpung 13, semua harus mengejar ya titik-titik apinya dan diselesaikan, dipadam, dipadamkan,” lanjut Raja Juli.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri.

Api yang terlihat di permukaan belum tentu benar-benar padam karena bara dapat masih bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menyala ketika tertiup angin.

“Tadi teman-teman lihat sendiri kan, di gambut itu memadamkan api beda dengan di mineral. Bisa jadi di atas sudah tidak terlihat sama sekali ada api, tapi kadang-kadang masih berasap. Karena tidak ada asap tapi di bawahnya masih berpotensi untuk hidup kembali ketika ada angin, dan sebagainya,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan Pemerintah Pusat terhadap penanganan Karhutla di Kabupaten Ketapang.

“Bupati menyambut baik dan mengucapkan terima kasih yang tulus atas kehadiran Bapak Menteri Kehutanan beserta jajaran yang telah hadir langsung di tengah kami. Selama lebih dari dua bulan, Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat telah berjuang bahu-membahu menahan laju kebakaran yang terus berkembang. Kolaborasi yang terbangun selama ini menjadi kekuatan utama kami di lapangan.” Ucapnya.

Tantangan yang dihadapi cukup beragam, mulai dari karakteristik lahan gambut yang dalam, keterbatasan sumber air, hingga lokasi kebakaran yang tersebar di wilayah pedalaman dengan akses yang sulit dijangkau.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus diperkuat, khususnya melalui operasi water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mempercepat pengendalian Karhutla di wilayah yang sulit dijangkau tim darat.

“Kami memandang dukungan water bombing sangat penting, terutama di kawasan bertanah mineral yang sulit dijangkau. Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca juga sangat membantu dalam mempercepat pemulihan situasi di tengah kondisi cuaca yang masih kering.”

Kehadiran Menteri Kehutanan di tengah para petugas menjadi suntikan semangat tersendiri bagi seluruh tim yang selama ini bekerja tanpa mengenal lelah. Dukungan pemerintah pusat menunjukkan bahwa penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab daerah, melainkan ikhtiar bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan, dan masyarakat, harapan untuk melewati masa sulit ini semakin terbuka. Semoga hujan segera turun membawa kesejukan bagi Bumi Tanah Kayong Ketapang, memadamkan sisa-sisa api yang masih bertahan, memulihkan kualitas udara, serta mengembalikan ketenangan bagi masyarakat. Mari terus menjaga alam yang telah menghidupi kita, karena Ketapang adalah rumah besar kita bersama.**

  • Related Posts

    Menhut Segel Lahan 2.400 Hektare di Ketapang

    Ketapang:KM – Kementerian Kehutanan menyegel kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Penyegelan dilakukan setelah petugas menemukan aktivitas…

    Menhut Tinjau Karhutla Ketapang, Presiden Kucurkan Bantuan Rp20 Miliar

    Ketapang:KM – Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Menhut Segel Lahan 2.400 Hektare di Ketapang

    Menhut Segel Lahan 2.400 Hektare di Ketapang

    Menhut Tinjau Karhutla Ketapang, Presiden Kucurkan Bantuan Rp20 Miliar

    Menhut Tinjau Karhutla Ketapang, Presiden Kucurkan Bantuan Rp20 Miliar

    Menhut  Cek Karhutla Ketapang, Hotspot Turun Jangan Sampai Lengah

    Menhut  Cek Karhutla Ketapang, Hotspot Turun Jangan Sampai Lengah

    SEKDA KETAPANG SAMPAIKAN JAWABAN BUPATI ATAS PANDANGAN FRAKSI TERHADAP PERUBAHAN APBD 2026

    SEKDA KETAPANG SAMPAIKAN JAWABAN BUPATI ATAS PANDANGAN FRAKSI TERHADAP PERUBAHAN APBD 2026

    Bupati Ketapang Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Ponpes Pon Pes Hidayaturrahman

    Bupati Ketapang Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Ponpes Pon Pes Hidayaturrahman

    Hari Libur Tak Berlaku, Bupati dan Dandim Tetap Dampingi Satgas Karhutla di Kuala Tolak

    Hari Libur Tak Berlaku, Bupati dan Dandim Tetap Dampingi Satgas Karhutla di Kuala Tolak