

Ketapang:KM – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Ketapang berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, Jumat (1/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Ketapang ini dihadiri langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si, unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, perwakilan perusahaan, serta aliansi dan federasi serikat pekerja/buruh se-Kabupaten Ketapang. Ratusan masyarakat juga turut hadir memeriahkan acara yang diisi dengan pembagian paket bantuan, doorprize, serta hiburan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja di Kabupaten Ketapang. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir dan berkomitmen penuh untuk mendukung kesejahteraan serta peningkatan martabat para pekerja.
“Selamat Hari Buruh Tahun 2026. Saya berharap seluruh pekerja di Ketapang semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin bermartabat. Kehadiran saya di sini adalah bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap para pekerja,” ujar Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari tiga pilar utama, yaitu pemerintah, sektor swasta (perusahaan), dan masyarakat.
“Kita membangun Ketapang ini tidak bisa sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Ketiga pilar ini harus berjalan bersama, saling mendukung, dan bergotong royong,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati secara khusus memberikan arahan kepada pihak perusahaan agar lebih memperhatikan tenaga kerja lokal. Ia meminta agar perusahaan memprioritaskan masyarakat Ketapang dalam proses rekrutmen.
“Saya minta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Kalau masih belum memiliki keterampilan, maka berikan pelatihan, pendampingan, dan pendidikan agar mereka siap bekerja. Ini penting agar masyarakat kita tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” jelasnya.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya penyelesaian permasalahan hubungan industrial dengan mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal.
“Kalau ada persoalan antara perusahaan dan masyarakat, utamakan musyawarah mufakat. Gunakan pendekatan kearifan lokal. Kita selesaikan dengan baik-baik,” tambahnya.

Sementara itu, panitia kegiatan dari aliansi dan federasi serikat pekerja melaporkan bahwa pada peringatan May Day tahun ini berhasil mengumpulkan sebanyak 1.822 paket bantuan dari target awal 2.000 paket. Paket tersebut berasal dari kontribusi berbagai perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Ketapang.
Bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat, anggota serikat pekerja, serta sejumlah panti asuhan dan yayasan sosial yang ada di Ketapang.
Bupati mengapresiasi kontribusi perusahaan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia juga mendorong agar ke depan kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih besar dan lebih meriah.
“Tahun depan kita tingkatkan lagi. Kalau tahun ini 1.800 paket, tahun depan saya targetkan bisa sampai 3.000 paket. Pemerintah daerah siap mendukung,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain sambutan, acara juga diisi dengan pembagian doorprize dan interaksi langsung antara pemerintah, pekerja, dan pihak perusahaan.
Di akhir kegiatan, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Ketapang.
“Buruh dan pekerja adalah tulang punggung pembangunan. Mari kita jaga kebersamaan, kita bangun Ketapang yang maju dan mandiri,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua panitia, Sahbandi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh buruh yang telah mau bergabung dan bersatu dalam kegiatan May Day tahun ini. Terima kasih juga kepada Bupati Ketapang, Disnakertrans, serta perusahaan-perusahaan yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses,” ujar Syahbandi.
Ia menegaskan bahwa peringatan May Day tahun ini dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, sebagai wujud solidaritas antara pekerja, pemerintah, dan dunia usaha.
Selain kegiatan senam massal, aliansi buruh juga melaksanakan bakti sosial dengan membagikan sebanyak 1.823 paket sembako kepada 10 yayasan, panti asuhan, serta masyarakat. Bantuan tersebut merupakan hasil sumbangan dari berbagai perusahaan di Kabupaten Ketapang
Tak hanya itu, esensi perjuangan buruh tetap disuarakan melalui orasi damai yang disampaikan oleh masing-masing ketua federasi. Dalam orasi tersebut, para buruh menyampaikan berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk dukungan terhadap surat Bupati Ketapang yang mendorong perusahaan untuk memprioritaskan dan mempromosikan tenaga kerja lokal.**




