

Ketapang:KM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang menggelar acara silaturahmi yang dirangkaikan dengan halalbihalal pasca Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Jumat (17/4/2026), malam di Pendopo Bupati Ketapang.
Kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, instansi vertikal, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kehadiran Bupati dan para tamu undangan disambut dengan atraksi pencak silat dari IPSI Ketapang yang menampilkan kearifan budaya lokal, dilanjutkan dengan penampilan tari tradisional yang menambah semarak suasana kebersamaan.
Selain itu, acara berlangsung khidmat dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah.
Sebelum rangkaian acara inti dimulai, para tamu undangan juga mengikuti makan malam bersama dalam suasana penuh keakraban.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP.,M.Si yang menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan dan memperkuat sinergi lintas elemen dalam membangun daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemimpin daerah periode sebelumnya, termasuk mantan bupati dan sekretaris daerah, yang turut menghadiri acara tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini dikemas secara sederhana namun tetap sarat makna.
Bupati menekankan bahwa esensi utama kegiatan tersebut adalah mempererat rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.
“Saya menginginkan acara ini penuh kekeluargaan. Walaupun tidak seperti tahun lalu yang lebih terbuka, yang terpenting adalah semangat dan maknanya,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan komitmennya untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin tahunan, sekaligus sebagai ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa pembangunan Ketapang tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah daerah semata, melainkan harus dilaksanakan secara bersama-sama melalui semangat gotong royong.
“Ketapang ini milik kita semua. Kita hidup di Tanah Kayong yang sama, menginjak tanah yang sama. Maka sudah sepatutnya kita bersama-sama membangun daerah ini,” katanya.
Menurutnya, Ketapang merupakan “Rumah Besar” bagi seluruh masyarakat, tempat membangun kehidupan sekaligus mempersiapkan masa depan generasi mendatang.
Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengangkat kembali marwah Tanah Kayong dan kebesaran Tanjungpura agar Ketapang semakin diperhitungkan di tingkat regional maupun nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung langkah strategis pemerintah daerah, termasuk upaya memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai solusi percepatan pembangunan.
Bupati mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah mendapat persetujuan dari DPRD Provinsi dan Gubernur Kalimantan Barat, serta telah diajukan kepada pemerintah pusat.
“Kita optimistis, walaupun ini berat, perjuangan tidak boleh berhenti. Kita yakin ke depan akan ada progres dan respons dari pemerintah pusat,” ujar Bupati.
Bupati turut mengakui bahwa pembangunan di Kabupaten Ketapang menghadapi tantangan besar, mengingat luas wilayahnya yang hampir setara dengan Provinsi Jawa Barat.
Kondisi tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang signifikan, terlebih di tengah kebijakan efisiensi keuangan yang juga dirasakan oleh berbagai daerah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menyerah dan terus mencari solusi, salah satunya melalui kolaborasi dan gotong royong, termasuk dengan melibatkan dunia usaha.
Selain itu, Bupati mengatakan telah mengeluarkan surat imbauan kepada perusahaan-perusahaan di Ketapang agar turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Saya minta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jika masyarakat kita belum siap, maka harus dibina, dilatih, hingga siap bekerja,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap kegiatan silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan, tidak hanya dalam forum formal, tetapi juga melalui berbagai pertemuan dan diskusi ke depan.
“Saya mohon saran dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Karena sekali lagi, membangun Ketapang bukan saya sendiri, tetapi kita bangun bersama,” pungkasnya.




